Seperti biasa pada waktu itu hari Jum'at jam pelajaran ke 4, jamnya BK dengan Pak Muhlason. Tak seperti biasanya, dia bercerita pada hari itu, cerita itu aku ceritakan kembali di blogku ini dengan Bahasaku sendiri, inilah cerita itu,
Pada suatu hari hiduplah sorang wanita sebatang kara yang amat sangat kaya, bahkan kekayaannya diakui seluruh negeri. Wanita itu hidup di sebuah rumah yang amat besar, namun ia hanya tinggal dengan para pembantu dan para satpamnya.
Di suatu pagi pada hari Minggu ada seorang anak remaja yang bersepeda selama berminggu minggu untuk menjelajahi alam, namun ia kehabisan bekal dan uangnya telah habis, yang tersisa hanya sepeda, nyawa, dan baju ganti yang ia bawa.
Saat haus yang dideritanya sudah tak tertahankan lagi iapun berhenti di rumah wanita kaya tadi. Ia mengetuk pintu rumahnya, dan keluar bertemu dengan sang anak itu, "ehhm anda siapa? dan kenapa anda ke rumah saya?" tanya wanita itu dengan penuh penasaran. "mm,,, anu nyonya saya minta segelas air putih boleh? saya sudah tidak minum sejak kemarin,," jawab sang anak. "ohh boleh saya ambilkan," jawab sang wanita sambil berbalik ingin mengambil air, namun tangan sang wanita ditahan oleh anak itu. "Nyonya, saya amat terima kasih telah diberi segelas air minum. Tetapi demi harga diri saya, saya ingin bekerja sebelum mendapat segelas air itu." jawab sang anak yang mengejutkan wanita
"Kenapa kau berbicara begitu?" tanya sang wanita bingung, "Itu sudah tradisi yang di ajarkan oleh keluarga saya, terutama ayah dan ibu saya, agar tidak meminta kepada orang lain tanpa bekerja kepada orang tersebut dengan kata lain MENGEMIS." jawab sang anak yang mengejutkan.
"Okay kamu membersihkan rumput saya aja, yang di depan ini aja" jawab sang wanita dengan pelan dan kembali ke dalam rumah. Akhirnya sang anakpun mengikuti perintah sang wanita untuk membersihkan halaman depan yang rumputnya sudah mulai tumbuh.
Setelah beberapa saat sang anak telah merampungkan tugasnya, dan segera memanggil sang wanita "Bu,, rumputnya sudah saya bersihkan" teriak sang anak,, "oh iyaa ini upahmu Sepotong Roti dan Segelas Susu untuk semua kerja mu" kemudian sang anak langsung menyantap roti dan menghabiskan susunya.
Sebelum meninggalkan rumah sang wanita tadi sang anak berjanji kepada Wanita tadi "Bu, saya akan berjanji untuk tidak akan melupakan pemberian Ibu yang membuat saya hidup, saya akan mengingat ibu hingga tua nanti karena berhutang budi pada ibu, terima kasih bu," setelah itu iapun kembali mengayuh sepedahnya.
25 Tahun Kemudian
Setelah 25 Tahun kejadian itu, sang Wanita jatuh miskin, seluruh usahanya dijual pada orang lain, rumahnya, mobilnya hingga seluruh perhiasannya dijual untuk pengobatan sang Wanita itu. Kini sang wanita akan menjalani operasi Liver, namun ia tak punya uang, namun sang dokter menyarankan agar di operasi terlebih dahulu soal dana bisa dipirkan nanti.
Akhirnya operasi selesai dilakukan dan Bill pembayaranpun telah keluar, dan sang wanita kaget karena total Biaya tertera Rp1.001.450.800,- yang tertera tulisan LUNAS , ia bingung siapa yang membayar biaya hidup di rumah sakit dan operasinya.
Sang susterpun memberi tahu bahwa sang Dokter bedahnya yang melunasinya. Kemudian sang wanita merangkul dokter itu dan berterima kasih, namun sang dokter berkata "bu tak usah berterima kasih kepada saya, saya berhutang budi pada Ibu. Ibu masih ingat seorang remaja yang Ibu beri Sepotong Roti dan Segelas Susu? Itu saya Bu," perkataan dokter itu membuat sang wanita kaget dan langsung memeluk sang Dokter.
:: Hutang Uang bisa dibayar, Hutang Budi sulit dibayar ::
Tidak ada komentar:
Posting Komentar